Produk Terlaris 2015 :
Home » » Bertaruh Nyawa demi Profesi

Bertaruh Nyawa demi Profesi

Written By Cantik Citra on Saturday, 14 December 2013 | 04:42

Bertaruh Nyawa demi Profesi

Tak ada yang mau berdekatan dengan maut. Namun para lelaki pemberani ini tampaknya berkawan dengan maut. Kapan saja di mana saja, nyawa taruhannya.

Pekerjaan atau profesi yang dilakoni seseorang tak serta-merta hanya mengharapkan gaji saja. Namun kenyamanan dan berbagai penunjang lainnya kerap menjadi perhatian seseorang sebelum melakoni profesinya. Tak ada yang mau mengakrabkan diri pada ketidak-nyamanan bahkan pada maut.

Profesi-profesi ini memang memberikan pemasukan besar bagi profesionalnya. Namun sebagai gantinya maut siap mengintai setiap saat. Adakah yang mau terjun ke profesi-profesi itu? Ternyata tak sedikit orang yang kemudian menjadikan profesiprofesi berbahaya ini sebagai pekerjaannya. Tentara, polisi, pebalap, pilot atau tenaga medis, adalah profesi yang bersinggungan dengan maut.

Tak bisa dipungkiri bahwa terdapat berbagai profesi di dunia ini yang berbatasan dengan maut terpisahkan oleh tirai tipis.

Seperti Andi Riccardi yang menjadi wartawan spesialis daerah konflik atau perang. Sejak bergabung dengan Associated Press Television News (APTN), Andi kemudian meliput berbagai peristiwa yang memiliki muatan nasional dan internasional khususnya yang berbau konflik. Seperti kerusuhan tahun 1998, disintegrasi Timor Timur sampai konflik Aceh. Desingan peluru atau terjebak di antara dua kubu yang tengah bertikai adalah hal yang biasa.

Sama halnya yang dilakukan oleh Adi S. Wardhana yang melakoni profesi sebagai commercial diver. Penyelaman yang dilakukan bukanlah penyelaman rekreasi. Adi bisa turun sampai pada kedalaman tertentu yang berbahaya bagi manusia. Apalagi ia juga dekat dengan materi-materi berbahaya selama melakukan pekerjaannya. Ia menyadari bahwa di dalam air bukanlah habitat manusia, untuk itu persiapan matang sangat diperlukan.

Andik Kriswanto yang menjadi field operation sebuah perusahaan energi ini meng-iyakan bahwa pekerjaannya sangat dekat dengan bahaya. Kesehariannya ia berada di anjungan lepas pantai. Meskipun demikian Andik sumringah ketika ditanyakan kompensasi bulanan yang ia terima ternyata melebihi gaji profesi lainnya. Citra.

Bagikan CantikCitra.com: :

Post a Comment

 
Copyright © 2016. Cantik Citra - All Rights Reserved.
Proudly powered by Google