Produk Terlaris 2015 :
Home » » Tanpa Kondom Sama Saja Bom Waktu Pribadi

Tanpa Kondom Sama Saja Bom Waktu Pribadi

Written By Cantik Citra on Saturday, 30 November 2013 | 05:37

Sexual lifestyle yang mengejar kenikmatan semata tanpa proteksi laiknya menunggu bom waktu meledak. Pihak-pihak terkait perlu menciptakan generasi sadar kondom. Inilah generasi yang diharapkan dapat bertanggung jawab penuh terhadap perilaku seksual dan kesehatan reproduksi mereka.

Untuk membangun kesadaran tersebut, KPAN, yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI, mencanangkan Pekan Kondom Nasional (1-7 Desember 2013).

Salah satu alat edukasinya melalui “Bis Kondom” yang akan berkeliling Jakarta, menyambangi kampus dan tempat-tempat nongkrong, serta memberikan kuis Sex IQ. Dr Kemal Siregar menekankan, berbagai upaya yang dilakukan KPAN semata-mata untuk mendorong adanya kesadaran perubahan perilaku dengan mengedukasi pentingnya penggunaan kondom.

Kesadaran menggunakan kondom sebagai proteksi penularan penyakit masih rendah. Ini yang menjadi bom waktu!

Inovasi Rasa dan Bentuk
Untuk merangsang sadar kondom, para produsen gencar mempromosikan varian kondom dengan berbagai rasa, bentuk, dan keunggulan lainnya. Tersedia bari rasa buah-buahan, bentuk bergerigi atau cincin bergetar, hingga yang berkhasiat membantu mengencangkan organ kewanitaan.

Dengan adanya segala varian tersebut, apakah minat konsumen meningkat? “Selain untuk kontrasepsi, kondom bisa menjadi alat bantu rangsangan, seperti kondom berbentuk bentol-bentol atau yang bergerigi,” ucap Arifin.

Lain halnya Fidel. Menurut dia, jenis vibrate ring keluaran Fiesta sangat disukai pasangannya karena memberi efek getaran sensasional. Namun Dandy tidak begitu mempedulikan segala varian kondom. Baginya, yang terpenting kondom dapat memberi rasa aman dan nyaman.

Tapi tahukah Anda asal-muasal terciptanya kondom? Menurut Wikipedia, kondom diduga berasal dari sebuah kota bernama Condom, yang terletak di Provinsi Gascony, sebelah barat daya Prancis.

Wikipedia juga menyebut, dalam buku yang ditulis Charles Panati, Sexy Origins and Intimate Things, sarung untuk melindungi penis telah dipakai sejak berabad silam.

Sejarah menunjukkan, orang-orang Roma, mungkin juga Mesir, menggunakan kulit tipis dari kandung kemih dan usus binatang sebagai “sarung”. Citra.

Bagikan CantikCitra.com: :

Post a Comment

 
Copyright © 2016. Cantik Citra - All Rights Reserved.
Proudly powered by Google